LCK Challengers League (LCK CL) kembali menjadi sorotan utama bagi para penggemar League of Legends di Korea Selatan. Bukan sekadar ajang kompetisi biasa, liga ini merupakan panggung lahirnya talenta-talenta muda yang berpotensi menjadi bintang masa depan di kancah profesional. Musim 2026 menghadirkan sejumlah prospek menarik yang patut diperhatikan oleh komunitas esports global, mengingat peran LCK CL sebagai jalur utama bagi para pemain muda untuk menembus liga utama LCK.
Salah satu nama yang paling diperbincangkan musim ini adalah Sim “Haetae” Su-hyeon, top laner muda dari T1 Esports Academy. Setelah menorehkan performa impresif di musim 2025 dengan membawa timnya finis di posisi tiga besar Asia Masters Finals, gaya permainannya yang agresif di jalur atas menjadikannya pemain yang paling dinantikan. Dengan perubahan struktur tim di akademi T1, peran Haetae kini menjadi semakin krusial sebagai pilar utama tim.
Jungler Muda dan Fleksibilitas Peran di Jalur Tengah
Nama lain yang mencuri perhatian adalah Kim “MihawK” Joo-hyeong, jungler berbakat berusia 16 tahun dari NS Challengers. Meski masih sangat muda dan minim pengalaman kompetitif resmi, Nongshim Esports memberikan kepercayaan penuh kepadanya untuk mengisi peran inti musim ini. MihawK dikenal sangat nyaman memainkan hero dengan mobilitas tinggi dan memiliki gaya permainan agresif yang diprediksi akan merepotkan lawan-lawan seniornya di liga.
Di kubu DRX Challengers, terdapat talenta unik bernama Choi “AKaJe” Soo-hyuk. Pemain kelahiran 2008 ini memiliki perjalanan karier yang menarik setelah sempat berpindah peran dari ADC ke top lane, hingga akhirnya menetap di mid lane. Fleksibilitas ini menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa, sehingga DRX memberikan komitmen jangka panjang melalui kontrak tiga tahun untuk membangun masa depan tim di sekitar dirinya.
Dominasi Support dan Ambisi Menuju Level Tertinggi

Pemain veteran di level akademi, Kwak “Enosh” Kyu-jun dari DN SOOPers Challengers, juga tetap menjadi ancaman serius musim ini. Setelah sukses membawa tim sebelumnya menjuarai playoff LCK CL 2025, Enosh kini fokus memperbaiki fase laning untuk membuktikan bahwa ia layak mendapatkan promosi ke divisi utama. Persaingan ketat di posisi support tidak melunturkan ambisinya untuk terus berkompetisi di level tertinggi.
Melengkapi daftar pemain berbakat ini adalah Moon “Cloud” Hyeon-ho, support andalan T1 Esports Academy. Meskipun kehilangan rekan duet bot lane yang telah promosi ke liga utama, Cloud tetap menjadi figur sentral berkat kemampuan mekanik dan visi permainannya yang solid. Kolaborasinya dengan rekan baru di jalur bawah akan menjadi salah satu cerita paling menarik untuk diikuti sepanjang perjalanan musim 2026.
Menatap Masa Depan LCK yang Dinamis
Musim 2026 LCK Challengers yang dimulai sejak pertengahan Januari ini menandai awal perjalanan baru bagi para calon legenda esports Korea. Dengan tingginya tingkat regenerasi pemain, musim ini diprediksi akan menjadi salah satu yang paling dinamis dan penuh kejutan. Para penggemar dipastikan akan menyaksikan kemunculan wajah-wajah baru yang kelak akan mendominasi panggung LCK utama dan kompetisi internasional League of Legends lainnya.