Esports kembali menorehkan sejarah baru. Lee Sang-hyeok, yang dikenal luas dengan nama Faker, menjadi pemain esports pertama yang menerima Blue Dragon Medal, penghargaan tertinggi yang diberikan Korea Selatan kepada atlet dengan prestasi luar biasa sekaligus kontribusi besar terhadap reputasi nasional.
Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung dalam acara perayaan Tahun Baru yang digelar di Cheong Wa Dae, Jumat (2/1/2026).

Sejajar Son Heung-min dan Kim Yu-na, Faker Cetak Tonggak Sejarah
Blue Dragon Medal bukan penghargaan sembarangan. Sebelumnya, medali ini hanya diberikan kepada ikon olahraga nasional Korea Selatan seperti:
- Son Heung-min (sepak bola)
- Kim Yu-na (figure skating)
- Park Chan-ho (baseball)
Masuknya Faker ke dalam daftar elite ini menegaskan bahwa esports kini diakui setara dengan olahraga tradisional di level nasional.
Faker: “Tanpa Rekan Setim, Saya Tak Akan Sampai di Sini”
'Faker' ?
A special thank you from 'Faker' for receiving the prestigious Cheongnyong Medal?#TogetherAs1 pic.twitter.com/ByZjCp63DM
Dalam pidato penerimaannya, Faker menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya.
“Saya sangat terhormat menerima medali ini. Saya tidak akan bisa mencapai semua ini tanpa rekan-rekan setim yang telah berjuang bersama saya,” ujar Faker.
Pernyataan ini kembali menegaskan citra Faker sebagai sosok rendah hati, meski telah berada di puncak dunia esports selama lebih dari satu dekade.
Karier Legendaris yang Mengubah Wajah League of Legends
Faker memulai debut profesionalnya bersama T1 pada usia 17 tahun di tahun 2013. Sejak saat itu, namanya identik dengan dominasi dan konsistensi di kancah League of Legends.
Sepanjang kariernya, Faker telah mencatatkan:
- 10 gelar juara domestik Korea
- 6 trofi World Championship LoL (terakhir diraih November 2025)
- Status sebagai ikon global League of Legends
Tak berlebihan jika Faker kerap disebut sebagai GOAT (Greatest of All Time) dalam sejarah LoL.
Ikon Esports Global, Disiplin Tinggi dan Daya Tarik Komersial
Selain prestasi kompetitif, Faker dikenal dengan disiplin tinggi dan gaya hidup profesional, menjadikannya panutan bagi generasi pemain muda. Popularitasnya pun melampaui dunia game, menjadikannya figur iklan dan brand ambassador yang sangat diminati.
Penghargaan ini menjadi simbol bahwa kontribusi Faker tidak hanya berdampak pada esports, tetapi juga pada citra Korea Selatan di mata dunia.
Esports Resmi Diakui sebagai Bagian Sejarah Olahraga Nasional
Penganugerahan Blue Dragon Medal kepada Faker menandai titik balik penting: esports kini diakui sebagai bagian sah dari prestasi olahraga nasional. Langkah ini diyakini akan membuka jalan bagi pengakuan lebih luas terhadap atlet esports di berbagai negara.
Dengan pencapaian ini, Faker tak hanya menjadi legenda League of Legends, tetapi juga ikon sejarah esports dunia.