Pertandingan pembuka Swiss Stage M7 antara ONIC ID dan Boostgate Esports menghadirkan cerita menarik yang tidak sepenuhnya tercermin dari hasil akhir di papan skor. Meski tim asal Indonesia ini keluar sebagai pemenang, jalannya laga memperlihatkan bahwa ONIC ID sempat mengalami kesulitan di awal permainan, terutama dalam mengontrol tempo dan momentum. Kesalahan kecil di fase awal sempat menghambat alur serangan mereka sebelum akhirnya berhasil bangkit dan mengunci kemenangan penting tersebut.
Pemain ONIC ID, Lutpii, mengakui bahwa performa tim tidak langsung berjalan mulus sejak menit-menit awal pertandingan dimulai. Ia menyebut adanya beberapa miskomunikasi yang berdampak pada alur permainan tim, namun ia optimis bahwa hal tersebut merupakan permasalahan teknis yang masih bisa diperbaiki seiring berjalannya turnamen. Kesadaran akan kelemahan internal ini menunjukkan kedewasaan tim dalam mengevaluasi performa mereka di panggung sebesar kejuaraan dunia.
Perlawanan Berani Boostgate dan Performa Kazue
Di sisi lain, Boostgate Esports tampil cukup berani sebagai tim yang baru saja lolos dari babak Wild Card dengan motivasi tinggi. Performa Kazue sebagai jungler menjadi salah satu sorotan utama karena kemampuannya memberikan perlawanan sengit di fase awal hingga pertengahan laga. Kairi menilai bahwa Kazue memiliki pemahaman waktu yang sangat matang, baik saat harus melakukan tekanan agresif maupun ketika memilih pendekatan bermain aman untuk mengamankan objektif.
Meski Boostgate memberikan perlawanan, Skylar memberikan pandangan realistis mengenai potensi tim tersebut sebagai kuda hitam di turnamen ini. Ia menilai bahwa performa dalam satu pertandingan saja belum cukup untuk mengukur kekuatan sebuah tim secara keseluruhan di fase Swiss yang sangat dinamis. Skylar menegaskan bahwa masih banyak tim kuat lainnya yang harus diwaspadai, sehingga ONIC ID tidak ingin gegabah dalam memberikan penilaian terlalu dini terhadap peta kekuatan lawan.
Kiboy Tegaskan ONIC ID Belum Tampil Full Power
Kapten tim, Kiboy, mengakui bahwa pengalaman Boostgate di babak Wild Card memberikan keuntungan tersendiri dalam hal kesiapan mental menghadapi tekanan turnamen. Tim yang sudah bertanding lebih awal biasanya memiliki suhu permainan yang lebih stabil dibandingkan tim yang baru memulai debutnya di babak utama. Namun, Kiboy menekankan bahwa ONIC ID sengaja belum mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka karena masih fokus meminimalisir kesalahan mendasar atau blunder yang terjadi.
Sikap tenang dan fokus pada pengembangan performa pribadi juga ditunjukkan oleh Sanz yang memilih untuk tidak menaruh ekspektasi khusus terhadap kekuatan lawan. Senada dengan itu, Skylar menegaskan bahwa ONIC ID menjalani turnamen ini dengan pendekatan bertahap atau step-by-step sesuai dengan profil lawan yang dihadapi. Strategi ini memungkinkan mereka untuk menyimpan berbagai taktik rahasia yang baru akan dikeluarkan pada pertandingan-pertandingan krusial di babak selanjutnya.
Menyimpan Strategi untuk Laga Krusial
Kemenangan perdana ini menjadi sinyal kuat bahwa ONIC ID masih memiliki ruang yang sangat luas untuk berkembang selama Swiss Stage M7 berlangsung. Walaupun belum tampil dengan kekuatan penuh, kemampuan mereka mengamankan hasil positif membuktikan kualitas mental juara yang mereka miliki. Tim pelatih dan pemain tampaknya sangat hati-hati dalam mengelola tenaga serta strategi agar tetap memiliki elemen kejutan saat bertemu tim-tim papan atas nantinya.
Di sisi lain, Boostgate Esports telah membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang bisa diremehkan oleh tim mana pun di fase ini. Jika mampu menjaga konsistensi performa dan belajar dari kekalahan melawan ONIC ID, mereka berpotensi besar untuk terus memberikan kejutan bagi tim-tim besar lainnya. Persaingan di M7 World Championship dipastikan akan semakin memanas seiring dengan semakin banyaknya kartu as yang mulai dikeluarkan oleh masing-masing organisasi.