M7 Jadi Panggung Pembuktian, Motivasi Keluarga Jaga Api Ambisi SANZ Juara Bersama ONIC
ONIC SANZ
Mobile Legends

M7 Jadi Panggung Pembuktian, Motivasi Keluarga Jaga Api Ambisi SANZ Juara Bersama ONIC

Michael - Jumat, 09 Januari 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sejak keberhasilan Indonesia menjuarai M1 World Championship, wakil Tanah Air belum kembali merasakan manisnya gelar juara dunia Mobile Legends: Bang Bang. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk saat Indonesia menjadi tuan rumah M4, namun hasil maksimal belum juga terwujud. Kini, harapan itu kembali menyala di M7 World Championship, yang kembali digelar di Indonesia.

Dua tim besar, ONIC Esports dan Alter Ego, memikul tanggung jawab besar untuk mengakhiri penantian panjang tersebut. Bermain di hadapan publik sendiri menjadi peluang emas sekaligus tekanan besar, terutama bagi ONIC yang kembali mengandalkan sosok veteran mereka, SANZ.

Enam Edisi M-Series dan Bara Kompetitif yang Tak Pernah Padam

Dalam enam edisi M-Series terakhir, ONIC Esports menjadi salah satu wakil Indonesia yang paling konsisten tampil di panggung dunia. Tim berjuluk Raja Langit ini berpartisipasi di M3, M4, hingga M5, dengan SANZ sebagai bagian penting sejak debutnya di ajang tersebut.

Bersama Kiboy, SANZ telah melewati berbagai fase—dari pemain muda penuh potensi hingga menjadi tulang punggung tim. Meski telah mengoleksi tujuh gelar MPL Indonesia dan satu gelar MSC, semangat juangnya tak pernah redup. Di saat banyak pro player mulai merasa puas dengan deretan prestasi, SANZ justru tetap haus akan gelar tertinggi: juara dunia M-Series.

Keluarga, Sumber Motivasi Terbesar SANZ

Motivasi besar SANZ ternyata tidak semata datang dari ambisi pribadi atau dorongan kompetitif semata. Faktor keluarga menjadi fondasi utama yang menjaga konsistensi dan determinasi sang midlaner.

SANZ mengungkapkan bahwa setiap langkahnya di Jakarta selalu diiringi oleh satu tujuan besar: membawa kebanggaan dan hasil terbaik untuk keluarga.

“Saya selalu ingat tujuan saya datang ke Jakarta. Saya ingin membawa hasil yang membanggakan untuk keluarga. Ketika ingat orang tua, saya ingin membuktikan bahwa saya bisa terus berkembang, lebih baik dari sebelumnya, dan tidak cepat puas,” ungkap SANZ.

Baginya, setiap pertandingan bukan sekadar soal kemenangan tim, tetapi juga bentuk dedikasi untuk keluarga yang telah memberikan restu dan dukungan penuh sejak awal perjalanan kariernya.

Dari Makassar ke Jakarta, Menjadi Pilar ONIC Esports

Perjalanan SANZ menuju puncak tidaklah instan. Pada tahun 2019, di usia 16 tahun, pemain bernama asli Gilang ini merantau dari Makassar ke Jakarta demi mengejar mimpi menjadi pro player. Ia memulai karier profesionalnya bersama Victim Esports, menjuarai MDL Indonesia Season 1, sebelum akhirnya direkrut ONIC Esports dengan nilai transfer besar.

Awalnya, perjalanan di ONIC tidak mudah. Namun seiring waktu, SANZ membuktikan kapasitasnya, berkembang menjadi core utama tim, mendominasi MPL Indonesia, dan menjadi salah satu andalan Indonesia di turnamen internasional.

Setelah nyaris meraih gelar juara di M5, ambisi yang tertunda itu kini kembali dibawa ke M7, dengan keyakinan bahwa kesempatan kali ini tidak akan disia-siakan.

Kiboy: Ambisi SANZ Terlihat dari Cara Dia Membenci Kekalahan

Kerja keras dan ambisi SANZ juga diakui langsung oleh Kiboy, rekan setim yang telah lama berjuang bersamanya di ONIC Esports. Menurut sang roamer, mentalitas SANZ terlihat jelas, terutama saat menghadapi kekalahan.

“SANZ itu pekerja keras dan sangat konsisten dari dulu sampai sekarang. Ambisinya terlihat jelas, terutama saat kalah. Dia adalah tipe pemain yang benar-benar tidak suka kalah, dan itu kelihatan dari ekspresi dan gesturnya. Dia selalu ingin membalas dan menang di pertandingan berikutnya,” ujar Kiboy.

Mentalitas inilah yang membuat ONIC Esports tetap percaya diri menatap M7, dengan SANZ sebagai salah satu motor utama tim.

M7, Kesempatan Terbaik Indonesia Akhiri Penantian

Dengan dukungan publik sendiri, pengalaman bertanding di level dunia, serta motivasi personal yang kuat, M7 World Championship menjadi panggung pembuktian bagi SANZ dan ONIC Esports. Lebih dari sekadar turnamen, M7 adalah kesempatan untuk mengembalikan kejayaan Indonesia di panggung Mobile Legends dunia.

Apakah kali ini mimpi yang tertunda sejak M1 akan kembali terwujud? Semua mata tertuju pada SANZ, ONIC Esports, dan perjuangan mereka di M7.

Bagikan
Ditulis Oleh

Michael

Berita Terkait