M7 World Championship: Kesempatan Emas Nino Bayar Kepercayaan Alter Ego
AE Nino
Mobile Legends

M7 World Championship: Kesempatan Emas Nino Bayar Kepercayaan Alter Ego

Michael - Jumat, 09 Januari 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

M7 World Championship menjadi momen yang sangat spesial bagi Nino. Turnamen ini bukan hanya ajang kejuaraan dunia Mobile Legends: Bang Bang, tetapi juga panggung pembuktian terbesar sepanjang kariernya sejak resmi berseragam Alter Ego pada 2021. Bagi pemain bernama lengkap Syauki Fauzan Sumarno, M7 adalah kesempatan emas untuk menjawab kepercayaan besar yang telah diberikan kepadanya selama bertahun-tahun.

Saat pertama kali bergabung, Nino masuk ke dalam roster Alter Ego yang dihuni para pemain senior. Kala itu, Alter Ego baru saja mencatatkan prestasi gemilang sebagai runner-up MPL Indonesia Season 6 dan tampil di M2 World Championship. Ekspektasi tinggi pun langsung melekat, baik kepada tim maupun kepada Nino sebagai pemain baru.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Esports ID (@esports_id)

AE Nino: Target Tinggi dan Beban Besar Sejak Awal

Dengan latar belakang prestasi tersebut, target Alter Ego jelas: menjadi juara MPL Indonesia dan kembali mencatatkan pencapaian lebih baik di ajang M-Series. Tekanan besar itu turut dirasakan oleh Nino, yang kala itu masih beradaptasi dengan dinamika tim dan atmosfer kompetisi level atas.

“Waktu belum ada saya, Alter Ego sudah top 2. Jadi saya penginnya ketika ada saya, bisa jadi top 1,” ungkap Nino.

Sayangnya, perjalanan Alter Ego dalam beberapa musim terakhir tidak selalu berjalan mulus. Performa tim kerap naik-turun di MPL ID maupun turnamen lainnya. Situasi semakin menantang ketika Nino harus menjalani perubahan role, dari gold lane ke EXP lane, yang tentu menuntut adaptasi besar baik secara individu maupun strategi tim.

Naik-Turun Performa dan Pergulatan Mental

Perubahan role dan hasil yang belum konsisten menjadi beban tambahan bagi Nino. Dalam sembilan musim membela Alter Ego, ia mengakui banyak mengalami fase sulit, termasuk tekanan mental yang berat.

“Selama 9 season ini saya ngerasain naik-turun. Pastinya stres, ngerasa diri sendiri tidak layak, sampai kepikiran buat berhenti. Tapi saya selalu dikasih kesempatan sama Alter Ego, dan itu yang ingin saya buktikan,” ujar Nino.

Namun, di tengah keraguan terhadap diri sendiri, Nino justru mendapatkan kepercayaan yang jarang dimiliki seorang pemain. Alter Ego terus memberinya ruang untuk berkembang, bahkan saat performanya sedang menurun.

Dukungan Ko Delwyn Jadi Titik Balik

Kepercayaan terbesar yang dirasakan Nino datang langsung dari Delwyn Sukamto, pemilik sekaligus CEO Alter Ego. Dukungan tersebut diberikan justru di saat Nino berada di titik terendah dalam kariernya.

“Saya pernah meragukan diri sendiri ke Ko Delwyn, tapi dia selalu support saya. Dia bilang, ‘No, kamu tahu tidak, suatu saat kamu akan bantai-bantai dan jadi line up utama.’ Menurut saya itu dukungan yang penuh banget. Makanya saya tetap semangat sampai sekarang,” tutur Nino.

Dukungan moral inilah yang menjadi bahan bakar utama bagi Nino untuk terus bertahan, berkembang, dan memperjuangkan tempatnya di level tertinggi kompetisi Mobile Legends.

M7 Jadi Ajang Pembuktian Sesungguhnya

Kini, M7 World Championship menjadi ujian sekaligus panggung pembuktian bagi Nino. Turnamen ini adalah kejuaraan dunia pertamanya sepanjang karier, dan kesempatan terbaik untuk menjawab kepercayaan besar yang telah diberikan Alter Ego selama ini.

Menarik untuk menantikan perjalanan ONIC Esports dan Alter Ego di M7 dengan semangat #Menu7uJuara. Kedua tim Indonesia akan memulai perjuangan mereka di Swiss Stage, yang digelar mulai Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di XO Hall, Jakarta Barat.

Dukungan langsung dari publik Tanah Air diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi para pemain Indonesia untuk meraih prestasi tertinggi dan membawa pulang gelar juara dunia Mobile Legends tahun ini.

Bagikan
Ditulis Oleh

Michael

Berita Terkait