MLBB Goes to School Grand Tournament Resmi Berakhir, Perkuat Ekosistem Esports Berbasis Pendidikan di Tanah Air

Mobile Legends Michael
Senin, 12 Januari 2026 18:52:55

MLBB Goes to School Grand Tournament

MLBB Goes to School Grand Tournament resmi berakhir di Surabaya, menandai tonggak penting dalam upaya Indonesia membangun ekosistem esports yang aman, terstruktur, dan berbasis pendidikan bagi pelajar. Turnamen ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya dan diselenggarakan oleh MOONTON Games bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Kompetisi ini mempertemukan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai daerah di Jawa Timur dalam sebuah ajang antar-kota yang tidak hanya berfokus pada kemenangan, tetapi juga pada pembentukan karakter, literasi digital, dan nilai-nilai sportivitas.

Lebih dari sekadar turnamen, MLBB Goes to School mencerminkan perubahan besar dalam cara esports diposisikan di Indonesia—dari sekadar hiburan menjadi alat pembelajaran yang bertanggung jawab di lingkungan sekolah dengan pengawasan guru dan otoritas pendidikan.

Guru sebagai Fondasi Utama Ekosistem Esports Sekolah

Program ini berdiri di atas MLBB Teacher Ambassador (TA) Program, sebuah inisiatif resmi dari MOONTON Games Indonesia yang melibatkan dan melatih guru SD dan SMP untuk memimpin aktivitas gaming sehat di sekolah. Para guru yang tergabung bertugas menyelenggarakan kompetisi internal, membimbing siswa, serta memastikan keseimbangan antara akademik dan aktivitas gaming.

Hingga saat ini, lebih dari 300 sekolah di Surabaya dan sekitarnya telah tergabung dalam program ini, menjadikannya salah satu kerangka kerja esports berbasis sekolah yang dipimpin guru paling komprehensif di Indonesia. Seluruh sekolah peserta memenuhi standar untuk menyelenggarakan turnamen MLBB resmi dengan pengawasan pendidik terlatih.

Dukungan Pemerintah untuk Esports Berbasis Pendidikan

Final turnamen ini juga menunjukkan kuatnya dukungan pemerintah terhadap pengembangan esports di dunia pendidikan. Hadir dalam acara ini perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, KONI, dan PBESI, menegaskan bahwa esports kini menjadi bagian dari strategi pendidikan dan pengembangan generasi muda.

Febrina Kusumawati, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik), mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, menyampaikan:

"MLBB Goes to School diselenggarakan dalam lingkungan yang positif untuk mendidik siswa mengenai pentingnya gaming yang sehat, sekaligus mengembangkan potensi mereka di esports. Siswa tidak hanya diuji kemampuan bermainnya, tetapi juga sportivitas, kerja sama tim, disiplin, dan kontrol emosi. Kami berharap program ini membantu membentuk generasi muda yang mampu menyeimbangkan akademik dan dunia esports."

Dari Kompetisi Sekolah ke Grand Final Regional

Turnamen MLBB Goes to School 2025 berlangsung dalam beberapa tahap, dimulai dari kompetisi internal sekolah hingga fase antar-kota. Babak grup digelar pada 1–19 Desember 2025, kemudian berlanjut ke semi-final dan grand final pada 8–11 Januari 2026 di Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Sebagai edisi perdana yang digelar di ibu kota Jawa Timur, acara ini dihadiri oleh ratusan siswa, guru, orang tua, dan pemangku kepentingan pendidikan. SDN PETEMON XIII/361 dan SMP Kristen Petra 1 keluar sebagai juara di kategori SD dan SMP. Keduanya meraih total hadiah lebih dari Rp50 juta dalam bentuk dukungan pendidikan, serta kesempatan eksklusif untuk menghadiri M7 World Championship di Jakarta bersama guru dan orang tua.

  1. Hadi Wawan Guntoro, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur (Kadispora), mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan:

"Kami mengapresiasi MOONTON Games yang memilih Jawa Timur sebagai lokasi percontohan. Kami berharap kegiatan positif ini dapat menjangkau seluruh 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur."

Membangun Keterampilan Generasi Digital

MLBB Goes to School tidak dirancang untuk mencetak atlet esports profesional semata. Program ini memanfaatkan MLBB sebagai media pembelajaran modern untuk menumbuhkan kerja sama tim, komunikasi, kepemimpinan, pemikiran strategis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Seiring MLBB mendekati usia 10 tahun dan semakin diakui di panggung global, program ini diharapkan menjadi fondasi bagi generasi muda Indonesia yang cerdas digital, disiplin, dan siap menghadapi masa depan.

Bagikan

Baca Artikel Asli