Miary Zo: “Fighting God” dari Madagaskar yang Bawa Harapan Baru untuk TEKKEN 8

Tekken 8 Aldonov Danoza
Sabtu, 29 November 2025 08:30:00

Penggemar TEKKEN 8 kini tengah bersiap menyambut kedatangan karakter baru, Miary Zo—petarung DLC musim kedua yang dijadwalkan rilis 5 Desember 2025 (Early Access 2 Desember bagi pemegang Character Pass).

Meskipun kemunculannya sempat menuai kritik dan revisi, Miary Zo kini membawa harapan baru bagi komunitas untuk dinamika game yang lebih segar.

Dari Kritik Awal ke Perbaikan Desain

Ketika pertama kali diperkenalkan, Miary Zo menuai kritik dari komunitas FGC (Fighting Game Community) karena banyak pemain merasa bahwa desain wajah dan bentuk tubuhnya terlalu generik dan tidak menunjukkan karakteristik Afrika atau Madagaskar.

Menanggapi hal tersebut, sutradara permainan, Katsuhiro Harada, menjelaskan bahwa masalah tersebut dikarenakan bug—bukan keputusan desain. Tak lama kemudian, wajah Miary Zo mendapat pembaruan, termasuk hidung yang dibuat lebih halus, peningkatan warna kulit, dan elemen visual lain yang diperbaiki agar lebih mendekati artwork aslinya.

Asal-usul dan Gaya Bertarung Unik

Menurut video "Dev Talk" dari pengembang, Miary Zo tumbuh di tengah alam Madagaskar, di mana ia meniru gerakan binatang di sekitarnya hingga membangkitkan minatnya terhadap seni bela diri. Setelah mengalami demam parah, ia diberkahi kekuatan dari “Fighting God”—entitas legendaris yang dipercaya di Madagaskar.

Berbekal kekuatan tersebut, Miary Zo mampu menampilkan kemampuan luar biasa, seperti lengan yang bisa meregang seperti ular dan ekor menyerupai lemur berekor cincin.

Gaya bertarungnya unik, menggabungkan teknik dari seni bela diri tradisional Madagaskar, khususnya Morengy, dan unsur berbagai seni bela diri Afrika lainnya. Karakter ini juga membawa dua lemur berekor panjang bernama Vanilla dan Cacao, yang bertindak sebagai utusan “Silver Fighting God”.

Harapan Baru untuk TEKKEN 8

Tim TEKKEN telah memberikan banyak wawasan soal latar belakang, desain, dan gaya bertarung Miary Zo melalui dua video Dev Talk, yang berhasil mengubah sejumlah persepsi negatif di komunitas.

Effort yang dilakukan pengembang dalam mendalami budaya dan estetika Madagaskar, termasuk melakukan riset lapangan, dianggap sebagai langkah positif. Kini, kehadiran Miary Zo dianggap sebagai kesempatan bagi TEKKEN 8 untuk memperbaiki citranya usai musim kedua yang banyak menuai kritik, serta membawa kembali dinamika segar di komunitas.

Bagikan

Baca Artikel Asli