Katsuhiro Harada—sang produser serial Tekken—baru-baru ini menyatakan bahwa dirinya “sangat tertarik” melihat keputusan Capcom untuk mengenakan biaya agar penonton dapat menyaksikan babak final turnamen Street Fighter 6 secara daring. Pernyataan ini muncul setelah pengumuman bahwa final Capcom Cup 12 dan SFL World Championship akan disiarkan melalui sistem pay-per-view (PPV).
Capcom menetapkan tarif sebesar $4.000 Yen per final (sekitar Rp435.000, asumsi kurs Rp108.75/Yen) atau paket bundel $6.000 Yen (sekitar Rp652.500) untuk menyaksikan kedua final. Model ini langsung menuai kritik dari komunitas fans Street Fighter.
Dalam wawancara, Harada menjelaskan mengapa dia menganggap ide monetisasi streaming turnamen menarik. Menurutnya, banyak perusahaan besar dan influencer mendapatkan keuntungan besar dari iklan atau monetisasi dari streaming turnamen, namun keuntungan tersebut nyaris tidak ada kaitannya dengan pendapatan dari game itu sendiri.
Harada mengatakan, “Banyak perusahaan besar menyuntikkan dana iklan untuk acara-acara ini, dan banyak influencer menghasilkan uang besar dari streaming mereka,” Harada menambahkan bahwa, “Tapi pendapatan dari game kami tidak mencerminkan semua itu. Menarik melihat bagaimana hal itu mungkin berubah.”
Komentar ini membawa perspektif bahwa turnamen bisa jadi bukan sekadar soal promosi, tapi juga soal kelangsungan finansial dalam ekosistem esports dari sudut pandang pengembang game.
Keputusan Capcom memicu perdebatan di komunitas game: di satu sisi, monetisasi dapat membantu membuat event esports menjadi lebih berkelanjutan dan mendukung tim maupun pemain profesional. Namun di sisi lain, banyak fans merasa bahwa turnamen besar seharusnya tetap bisa diakses secara bebas agar tidak mengucilkan penggemar dengan dana terbatas.
Meskipun Capcom menyatakan mereka masih berpegang pada rencana PPV, tiket untuk streaming belum mulai dijual hingga saat ini.
