Dalam gelaran LEC Versus musim 2025/2026, Team Vitality tengah berada di tengah persaingan sengit dengan catatan rekor 3–3 setelah melewati dua minggu pertama kompetisi. Meski hasil yang diraih belum terlalu mencolok, performa tim serta pernyataan dari toplaner andalan mereka, Kaan “Naak Nako” Okan, memberikan gambaran mendalam mengenai tantangan teknis yang dihadapi. Naak Nako merupakan bakat muda asal Turki yang dipromosikan dari akademi Vitality.Bee setelah tampil impresif di LFL, dan kini ia menjadi pilar utama dalam proyek jangka panjang organisasi di level tertinggi League of Legends EMEA Championship (LEC).
Promosi Naak Nako mencerminkan kepercayaan besar manajemen Vitality terhadap pemain dengan kemampuan mekanikal tinggi dan gaya bermain agresif. Namun, transisi ke panggung utama LEC Versus ternyata membawa tantangan tersendiri, terutama dalam menyesuaikan diri dengan ritme permainan tim-tim elit Eropa. Fokus utama organisasi saat ini adalah mengasah potensi besar sang pemain agar dapat bersinergi dengan visi strategis tim guna menembus dominasi tim-tim papan atas lainnya di musim kompetitif 2026.
Kritik Terhadap Meta yang Membosankan
Dalam sebuah wawancara eksklusif, Naak Nako secara lugas menyampaikan pandangannya mengenai kondisi pemilihan karakter atau draft yang tengah mendominasi LEC Versus. Menurutnya, strategi yang muncul saat ini cenderung membosankan karena tim-tim lebih memilih pilihan champion yang aman dan konservatif, terutama dalam format pertandingan best-of-one. Pendekatan yang minim risiko ini dianggap membuat variasi permainan di jalur atas atau top lane menjadi repetitif dan kurang memberikan ruang bagi kreativitas individu.
Naak Nako menyebutkan bahwa meskipun dalam sesi latihan (scrim) para pemain lebih bebas bereksperimen, tekanan kompetitif di panggung resmi memaksa mereka untuk kembali ke gaya bermain yang lebih pasif. Ia menaruh harapan besar bahwa meta permainan akan menjadi lebih fleksibel ketika format best-of-three dan best-of-five diterapkan pada fase playoff. Pada tahap tersebut, tim biasanya lebih berani mengeksplorasi strategi unik karena memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian di antara setiap babak pertandingan.
Evaluasi Tim dan Pentingnya Konsistensi
Evaluasi internal Team Vitality setelah kekalahan melawan tim besar seperti Fnatic menunjukkan bahwa tim masih berupaya menemukan konsistensi dalam eksekusi di jalur samping (side lanes). Naak Nako mengakui bahwa timnya sempat mengimbangi lawan pada fase awal, namun kesalahan posisi dan pengambilan keputusan di pertengahan laga membuat momentum berpindah tangan. Fokus evaluasi tim kini diarahkan pada perbaikan koordinasi kolektif daripada sekadar menyalahkan performa individu pemain tertentu di lapangan.

Situasi ini menuntut Naak Nako untuk lebih bijak dalam mengambil risiko di momen-momen krusial tanpa mengorbankan stabilitas permainan tim secara keseluruhan. Tantangan strategis ini menjadi ujian berat bagi jajaran pelatih dalam menyusun rencana permainan yang mampu mengakomodasi agresivitas pemain muda namun tetap dalam koridor keamanan taktis. Ke depannya, perbaikan pada aspek komunikasi selama transisi fase laning ke teamfight akan menjadi prioritas utama guna mengamankan poin di sisa musim reguler.
Suasana Internal dan Ambisi Menuju Panggung Dunia
Meski hasil di atas panggung belum sepenuhnya konsisten, Naak Nako menegaskan bahwa suasana di dalam tim tetap sangat positif dan suportif. Bergabungnya pemain veteran seperti Marek “Humanoid” Brázda memberikan pengaruh besar dalam menciptakan atmosfer latihan yang santai namun tetap profesional. Di luar jam kompetisi, para pemain sering menghabiskan waktu bersama untuk mempererat ikatan emosional, yang diyakini dapat membantu mengurangi tingkat stres di tengah jadwal turnamen yang sangat padat.
Team Vitality kini tengah bersiap menghadapi laga rivalitas klasik melawan Karmine Corp yang diharapkan dapat menjadi titik balik bagi momentum mereka. Dengan dukungan manajemen yang kuat untuk mengembangkan talenta muda, Vitality berambisi menjadi salah satu kandidat kuat yang mampu menembus kompetisi internasional seperti Worlds di masa mendatang. Kombinasi antara talenta mekanikal Naak Nako dan kepemimpinan pemain berpengalaman membuat Team Vitality tetap menjadi nama yang wajib diperhitungkan dalam peta kompetitif esports Eropa tahun ini.