Organisasi esports ternama, TSM (Team SoloMid), mengejutkan komunitas kompetitif Apex Legends dengan mengumumkan pelepasan seluruh roster mereka per 1 Februari 2026. Keputusan ini mengakhiri keterlibatan resmi organisasi ikonik tersebut di salah satu divisi Battle Royale yang paling dinamis, setidaknya untuk saat ini. Pengumuman tersebut disampaikan melalui platform media sosial X, di mana TSM mengonfirmasi perpisahan dengan trio pemain mereka: Ira ‘Dooplex’ Shepherd, Rigoberto ‘Gent’ Padilla, dan Nathaniel ‘Panic’ Arthur.
Dalam pernyataan resminya, TSM menyebutkan bahwa masa kebersamaan dengan ketiga pemain tersebut merupakan tahun yang luar biasa. Pihak manajemen juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi mereka dan mendoakan kesuksesan bagi karier para pemain di masa depan. Meskipun perpisahan ini terasa mendadak bagi penggemar, TSM memberikan indikasi bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang organisasi untuk menghadapi kalender kompetisi yang baru.
Rekam Jejak Perjalanan TSM di Kancah Apex Legends

Kembalinya TSM ke ranah kompetitif Apex Legends sebenarnya baru saja dimulai kembali pada tahun 2025 setelah sempat absen cukup lama akibat perombakan roster besar-besaran. Pada pertengahan April 2025, TSM merekrut Dooplex dan Gent dari tim HUSS, yang kemudian disusul oleh bergabungnya Panic pada akhir Mei 2025. Formasi ini dibangun dengan harapan besar untuk mengembalikan kejayaan TSM di ajang Apex Legends Global Series (ALGS) sebagaimana dominasi mereka di masa lalu.
Sepanjang musim kompetitif, performa tim ini tergolong stabil meski belum mampu menembus podium juara. Mereka berhasil mengamankan posisi ke-7 pada ALGS 2025 Split 1 Pro League wilayah Amerika. Hasil yang serupa juga diraih pada ajang ALGS Championship 2026 yang baru saja usai digelar di Sapporo, Jepang. Walaupun menunjukkan progres yang konsisten di papan tengah atas, hasil tersebut tampaknya belum cukup memenuhi standar ekspektasi tinggi yang biasanya disematkan pada organisasi sebesar TSM.
Rencana Restrukturisasi dan Tantangan Musim Baru
TSM menjelaskan bahwa keputusan pelepasan ini diambil karena organisasi berencana untuk menyusun kembali roster Apex Legends yang lebih segar menjelang dimulainya musim LAN kompetitif berikutnya. Pernyataan ini memicu berbagai spekulasi di kalangan komunitas; sebagian menganggapnya sebagai langkah bisnis yang wajar karena jeda waktu kompetisi yang panjang, sementara sebagian lainnya meragukan komitmen berkelanjutan organisasi terhadap ekosistem Apex Legends yang dinamis.
Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai siapa calon pemain baru yang akan direkrut atau apakah TSM akan mengambil jeda sementara dari panggung kompetitif. Yang pasti, ALGS Year 6 dijadwalkan akan segera dimulai pada 28 Februari 2026 melalui babak Online Open, yang kemudian diikuti oleh Split 1 Pro League pada awal April 2026. Tekanan kini berada pada manajemen TSM untuk segera memperkenalkan tim baru jika mereka ingin tetap relevan di musim mendatang.
Reaksi Komunitas dan Masa Depan Para Pemain
Reaksi dari para penggemar terpantau cukup beragam, mulai dari dukungan atas langkah restrukturisasi hingga kekecewaan mendalam karena TSM merupakan salah satu pilar sejarah di skena Apex Legends. Di sisi lain, para pemain yang dilepas tetap memiliki daya tarik tinggi di pasar transfer. Panic, misalnya, justru mengalami pertumbuhan popularitas yang signifikan di platform streaming Twitch dalam beberapa minggu terakhir, membuktikan bahwa nilai jual individu para pemain ini tetap kuat meski tanpa organisasi.
Langkah strategis TSM selanjutnya akan sangat menentukan posisi mereka dalam peta kekuatan esports dunia tahun 2026. Komunitas kini menanti dengan antusias apakah TSM akan kembali dengan jajaran pemain bintang yang mampu mengguncang panggung LAN, atau justru memilih jalur pengembangan bakat baru. Pengumuman resmi di masa mendatang akan menjadi jawaban atas teka-teki arah strategi TSM dalam mempertahankan warisan mereka sebagai salah satu tim Apex Legends terbaik sepanjang sejarah.