Evaluasi Dewa United Nephthys Usai IFL S3, Siap Bangkit di Musim 2026!
Dewa United Nephthys
Free Fire

Evaluasi Dewa United Nephthys Usai IFL S3, Siap Bangkit di Musim 2026!

Michael - Kamis, 15 Januari 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kompetisi Free Fire Ladies musim 2025 resmi berakhir seiring rampungnya turnamen internasional International Female Legends Season 3 (IFL S3). Pada ajang bergengsi tersebut, perjuangan wakil Indonesia, Dewa United Nephthys, harus puas berda di posisi ketujuh pada grand finals.

Meski belum berhasil menembus papan atas, hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi skuad Anak Dewa. Para pemain sepakat untuk melakukan pembenahan menyeluruh demi tampil lebih kompetitif pada musim 2026 mendatang.

Hasil IFL S3

Banyak Pelajaran Berharga dari Panggung Internasional

Menghadapi tim-tim Free Fire Ladies terbaik dari berbagai negara, Dewa United Nephthys mendapatkan pengalaman berharga yang tak ternilai. Persaingan ketat di level internasional membuka mata tim mengenai aspek-aspek permainan yang masih perlu ditingkatkan.

Nania ‘Aurell’ Aurelia, yang berperan sebagai in-game leader (IGL) sekaligus bomber tim, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama turnamen adalah menjaga kestabilan emosional para pemain, terutama saat tampil di panggung grand finals.

“Evaluasi lebih pada bagaimana mengendalikan kondisi emosional pemain. Saat itu kami juga baru pertama kali bermain dengan format Champion Rush, jadi itu menjadi pelajaran besar bagi kami. Di awal grand finals, kami belum bisa bermain lepas,” ujar Aurell.

Kurangnya Persiapan Jadi Catatan Penting

Sementara itu, Nazwa ‘Azell’ Azella, rusher andalan Dewa United Nephthys, menilai bahwa kurang matangnya persiapan menjadi salah satu faktor yang membuat tim kesulitan bersaing di babak puncak.

“Saya merasa kami kurang latihan, dan mainnya juga kurang lepas. Persaingan di grand finals jauh lebih ketat, dan tim yang juara memang bermain sangat baik,” ungkap Azell.

Format pertandingan Champion Rush yang diterapkan di grand finals turut menjadi tantangan tersendiri. Minimnya pengalaman dengan format tersebut membuat tim belum mampu mengeluarkan performa terbaik sejak awal pertandingan.

Tetap Ada Catatan Positif

Di balik hasil akhir yang belum maksimal, performa Dewa United Nephthys sepanjang IFL S3 tetap menunjukkan perkembangan positif. Pada fase group stage, mereka sempat tampil konsisten dan berhasil menempati posisi lima besar, membuktikan potensi besar yang dimiliki tim.

Fakta ini menjadi modal penting untuk menyongsong musim baru. Evaluasi yang dilakukan tim tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada proses peningkatan performa individu maupun kolektif.

Beberapa aspek yang menjadi fokus pembenahan antara lain:

  • Pengambilan keputusan dalam pertandingan
  • Pemilihan rotasi yang lebih efektif
  • Peningkatan komunikasi antar pemain
  • Kesiapan mental saat menghadapi tekanan tinggi

Fokus Bangun Fondasi Lebih Kuat di 2026

Dengan serangkaian evaluasi yang telah dilakukan, Dewa United Nephthys menatap musim kompetisi 2026 dengan optimisme baru. Pengalaman dari IFL S3 diyakini akan menjadi fondasi penting untuk membangun tim yang lebih matang, solid, dan siap bersaing di level internasional.

“Musim depan kami harus lebih siap, lebih kompak, dan lebih percaya diri. Semua pelajaran dari IFL S3 akan kami jadikan motivasi untuk tampil lebih baik,” tutup Aurell.

Perjalanan Dewa United Nephthys mungkin belum mencapai puncaknya di 2025, namun semangat untuk bangkit dan berkembang menunjukkan bahwa mereka masih menjadi salah satu kekuatan penting dalam skena Free Fire Ladies Indonesia.

Bagikan
Ditulis Oleh

Michael

Berita Terkait