Turnamen Mobile Legends: Bang Bang M7 World Championship yang digelar di Jakarta, Indonesia, kini telah memasuki fase paling krusial dari Swiss Stage. Setiap pertandingan menjadi penentu nasib bagi tim-tim yang bertarung demi memperebutkan tempat di babak gugur yang sangat prestisius. Setelah melalui tiga hari penuh persaingan sengit dan adu strategi tingkat tinggi, salah satu wakil tuan rumah berhasil mencuri perhatian dunia dengan performa luar biasa, sementara tim dari China harus menerima kenyataan pahit tersingkir lebih awal.
Indonesia patut berbangga karena Alter Ego Esports menjadi tim pertama yang dipastikan lolos ke Knockout Stage M7 World Championship setelah menunjukkan permainan yang sangat dominan dan konsisten. Kunci keberhasilan mereka adalah kemenangan bersih dengan skor 2-0 atas Yangon Galacticos dari Myanmar pada hari ketiga fase Swiss Stage. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan posisi Alter Ego di puncak klasemen sementara, yang menjadi modal sangat berharga dalam misi mereka membidik gelar juara dunia pertama bagi Indonesia sejak era M1.
Dominasi Alter Ego Sepanjang Fase Swiss Stage
Perjalanan Alter Ego di Swiss Stage sejatinya sudah menunjukkan tren positif sejak laga-laga awal kompetisi dimulai. Pada pertandingan sebelumnya, mereka sukses meraih kemenangan cepat dalam durasi waktu sekitar 12 menit saat berhadapan dengan Black Sentence Esports. Hasil tersebut membawa mereka masuk ke dalam jajaran tim unggulan di pool 2-0, yang mempermudah langkah mereka untuk mengunci tiket ke fase Knockout lebih cepat dari tim lainnya.
Gaya permainan agresif sejak fase awal permainan dan kemampuan luar biasa dalam mengontrol objektif besar seperti Turtle dan Lord menjadi faktor penentu kemenangan mereka. Alter Ego tampil sebagai ancaman serius bagi tim-tim papan atas lainnya berkat koordinasi antar pemain yang sangat rapi. Dengan tiket babak gugur yang sudah di tangan, tim ini kini memiliki waktu lebih untuk mematangkan persiapan taktis mereka guna menghadapi tantangan yang lebih berat di babak selanjutnya.
Nasib Buruk DianFengYaoGuai dan Tantangan Region China
Di sisi lain, momen menyedihkan harus dialami oleh DianFengYaoGuai (DFYG) yang merupakan wakil dari region China. Setelah menelan tiga kekalahan berturut-turut, termasuk saat menghadapi CG Esports dan Evil Esports, DFYG resmi menjadi tim pertama yang tersingkir dari Swiss Stage M7. Performa mereka yang tidak stabil membuat mereka gagal mengimbangi kecepatan permainan tim-tim dari region lain dan terpaksa mengakhiri perjalanan mereka di posisi bawah klasemen.
Tersingkirnya DFYG mencerminkan tantangan besar yang masih dihadapi oleh region China dalam ekosistem kompetitif Mobile Legends global. Meskipun gim ini telah diluncurkan secara resmi di negara tersebut pada tahun 2025, konsistensi tim-tim China di kancah internasional tampaknya masih membutuhkan waktu untuk berkembang lebih jauh. Kegagalan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi perkembangan skena kompetitif di negeri tirai bambu tersebut agar dapat tampil lebih kompetitif di masa mendatang.
Perjuangan Tim Lain dan Harapan Indonesia
Swiss Stage masih akan terus berlanjut dengan rangkaian pertandingan yang tidak kalah seru antara tim-tim kuat yang tersisa di kompetisi. Salah satu wakil Indonesia lainnya, ONIC Esports, saat ini juga masih berjuang keras untuk mendapatkan slot menuju Knockout Stage melalui sisa pertandingan yang ada. Antusiasme para penggemar di Jakarta diperkirakan akan semakin meningkat seiring dengan semakin mengerucutnya daftar tim yang akan melaju ke babak penentuan gelar juara.
Keberhasilan Alter Ego tidak hanya menjadi kebanggaan bagi organisasi tim semata, tetapi juga bagi seluruh komunitas esports Indonesia yang terus menunjukkan taringnya di level internasional. Perjuangan di babak Knockout dipastikan akan menguji strategi serta ketahanan mental para pemain dalam format kompetitif yang sangat ketat. Seluruh mata kini tertuju pada Alter Ego untuk melihat sejauh mana mereka mampu melangkah dan mewujudkan mimpi membawa kembali trofi M-Series ke tanah air.