Setelah debut yang terasa sangat pahit di League of Legends EMEA Championship (LEC) Versus 2026, Los Ratones akhirnya berhasil mencatat kemenangan pertama mereka di panggung tertinggi. Momen ini tidak hanya memiliki nilai kompetitif yang besar, tetapi juga menjadi pencapaian emosional yang luar biasa bagi sang pendiri tim, Marc “Caedrel” Lamont. Los Ratones sebelumnya mengawali kampanye mereka dengan rentetan hasil buruk berupa empat kekalahan tanpa balas yang sempat menempatkan mereka sebagai tim dengan peringkat terendah di awal musim.
Kerja keras serta tekad baja dari seluruh anggota tim mulai membuahkan hasil manis ketika memasuki pekan kedua kompetisi. Los Ratones sendiri awalnya sering dipandang sebelah mata sebagai fenomena “tim streamer” karena komposisi pemainnya yang didominasi oleh konten kreator serta mantan pemain profesional. Namun, keberhasilan mereka meraih undangan ke LEC Versus sebenarnya didasari oleh prestasi mentereng sepanjang tahun 2025, termasuk memenangkan tiga gelar NLC dan dua gelar EMEA Masters di kancah tingkat dua.
Kemenangan Dramatis dan Kebangkitan Mental Tim
Kemenangan pertama yang sangat dinantikan tersebut akhirnya datang saat Los Ratones berhadapan dengan Team Heretics dalam sebuah laga yang penuh tekanan. Ketika timnya berhasil memastikan kemenangan, Caedrel yang menyaksikan melalui siaran langsung tidak kuasa menahan luapan emosinya hingga meneteskan air mata di hadapan para penontonnya. Ia mengekspresikan rasa lega sekaligus bangga yang mendalam setelah perjuangan panjang membawa organisasi miliknya untuk pertama kali mencatatkan poin di papan skor kompetisi kasta utama.
Kejutan dari Los Ratones tidak berhenti sampai di situ saja, karena pada hari berikutnya mereka kembali memetik kemenangan luar biasa melawan tim Shifters. Dalam pertandingan tersebut, Los Ratones menunjukkan mental juara dengan berhasil membalikkan keadaan meskipun sempat tertinggal defisit lebih dari 9.000 Gold. Koordinasi tim terlihat semakin solid, terutama berkat performa gemilang dari sang mid-laner, Tim “Nemesis” Lipovšek, yang menjadi kunci utama keberhasilan mereka dalam memenangkan peperangan tim di fase akhir pertandingan.
Transformasi dari Tim Underdog Menjadi Pesaing Kuat
Transformasi Los Ratones dari tim yang sempat dianggap tidak kompetitif menjadi pesaing yang layak diperhitungkan merupakan salah satu narasi paling menarik di ekosistem League of Legends saat ini. Dibentuk pada akhir tahun 2024 sebagai proyek eksperimen yang memadukan unsur hiburan dan kompetisi, tim ini berkembang pesat menjadi kekuatan yang mendominasi liga regional. Keberhasilan mereka menembus LEC Versus membuktikan bahwa model organisasi yang berbasis komunitas dan streaming mampu menghasilkan performa atletis tingkat tinggi.
Meskipun perjalanan mereka di musim ini masih sangat panjang, momentum dari dua kemenangan beruntun ini diyakini akan menjadi titik balik yang krusial. Saat ini, Los Ratones mengantongi rekor 2–4 dan masih menjaga peluang mereka untuk bisa menembus babak Playoffs jika tren positif ini terus dipertahankan. Kemenangan perdana ini telah menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan dedikasi tanpa henti dapat meruntuhkan keraguan publik terhadap status mereka sebagai tim pendatang baru.
Simbol Dedikasi Caedrel dan Masa Depan Los Ratones
Momen emosional yang ditunjukkan oleh Caedrel kini menjadi simbol dari dedikasi total seorang pemilik tim yang juga berperan sebagai wajah utama komunitasnya. Los Ratones telah berhasil membuktikan bahwa mereka bukan sekadar hiburan bagi para penggemar, melainkan organisasi esports yang layak mendapatkan tempat di jajaran elit Eropa. Kehadiran mereka memberikan warna baru bagi liga LEC yang kini semakin dinamis dengan munculnya tim-tim yang membawa basis massa besar dari platform digital.
Dukungan dari para penggemar setia di seluruh dunia diharapkan dapat terus memotivasi Los Ratones untuk memberikan kejutan-kejutan selanjutnya di pertandingan mendatang. Fokus tim kini beralih pada upaya konsistensi agar dapat terus merangkak naik di klasemen sementara dan mengamankan posisi aman menuju babak gugur. Dunia kini menantikan apakah tim "para tikus" ini mampu melanjutkan dongeng indah mereka hingga ke puncak tertinggi kompetisi League of Legends EMEA tahun 2026.
