Organisasi Esports Tiongkok Tawarkan Program Latihan Ekstrem untuk Atasi Kecanduan Game
Foto Unsplash / Tyler Lagalo
Other

Organisasi Esports Tiongkok Tawarkan Program Latihan Ekstrem untuk Atasi Kecanduan Game

Aldodanoza - Jumat, 29 Agustus 2025

Sebuah organisasi esports di Tiongkok menghadirkan pendekatan unik untuk mengatasi kecanduan game dengan metode yang tak biasa. Alih-alih melarang anak bermain, mereka justru dipaksa menjalani rutinitas layaknya atlet esports profesional—dengan jadwal latihan super ketat hingga 15 jam per hari. Program ini dijalankan oleh perusahaan milik Su Chenha, yang awalnya berdiri pada 2018 untuk merekrut serta melatih pemain profesional.

Program Ekstrem dengan Biaya Mahal

Seperti dilaporkan South China Morning Post, program yang disebut sebagai kursus “anti-kecanduan” ini menawarkan dua opsi. Kursus singkat 22 jam seharga Rp21 juta, dan program sepekan dengan biaya bervariasi, tergantung tingkat kecanduan.

Selama program, anak-anak diwajibkan bermain dari pukul 09.00 hingga 00.00 setiap hari. Rutinitas yang melelahkan ini disebut Chenha membuat game terasa lebih berat daripada sekolah.

Efek Kejut dan Kontroversi Pendekatan

Tak sedikit peserta yang langsung kewalahan. Ada yang mengalami kram otot di hari pertama, bahkan ada yang ingin pulang di hari kedua karena tak kuat dengan pola latihan. Chenha mengklaim programnya sudah melayani lebih dari 4.000 klien selama tujuh tahun, dengan 85% di antaranya merupakan anak-anak yang kecanduan game.

Meski masih jadi perdebatan di dunia medis, fenomena kecanduan game makin mendapat perhatian global. WHO menetapkan gaming disorder sebagai masalah kesehatan mental, dan riset dari Jerman tahun 2019 menemukan bahwa terapi kognitif perilaku dengan pengurangan waktu bermain dapat membantu.

Namun, pendekatan Chenha justru berlawanan: bukannya mengurangi waktu bermain, anak-anak dipaksa “menjajal neraka” kehidupan pro player agar kapok.

Bagikan
Ditulis Oleh

Aldodanoza

Berita Terkait