Honor of Kings Invitational Series 2026 Season 4 (KIS4) telah menyelesaikan seluruh rangkaian fase grup dan kini bersiap memasuki babak Knockout Stage mulai 5 Februari 2026. Berdasarkan data statistik hero sepanjang fase grup, terlihat jelas bahwa meta turnamen saat ini sangat dipengaruhi oleh penggunaan marksman dengan daya rusak tinggi serta roamer fighter yang tangguh dalam membuka pertarungan tim. Tiga hero dengan tingkat pemilihan tertinggi, yakni Ao Yin, Chano, dan Lapulapu, menjadi representasi paling nyata dari arah kompetisi KIS4 yang menuntut keseimbangan antara agresivitas dan kontrol area.
Dominasi ketiga hero ini mencerminkan kebutuhan tim akan unit yang mampu memberikan tekanan konstan namun tetap memiliki daya tahan atau mobilitas yang mumpuni. Dalam skena kompetitif tingkat tinggi, pemilihan karakter bukan lagi sekadar soal besaran angka kerusakan, melainkan bagaimana hero tersebut dapat bersinergi dengan visi taktis pelatih di lapangan. Tren ini diprediksi akan terus berlanjut hingga partai puncak, mengingat stabilitas yang ditawarkan oleh trio maut tersebut dalam menjaga tempo permainan sejak menit-menit awal pertandingan dimulai.
Ao Yin: Prioritas Utama dengan Tekanan Konstan
Ao Yin mencatatkan diri sebagai hero dengan tingkat pemilihan tertinggi di KIS4 dengan total 17 kali dipilih atau sekitar 38,64%, serta memiliki tingkat pick & ban mencapai 77,27%. Sebagai seorang marksman, Ao Yin menawarkan paket lengkap yang sangat dihargai di level profesional: damage yang konsisten, kemampuan membatasi pergerakan lawan (zoning), serta tekanan besar dalam perebutan objektif penting. Fleksibilitasnya dalam berbagai kondisi pertempuran menjadikannya komoditas panas yang selalu diperebutkan oleh tim-tim besar di setiap sesi draf.
Meskipun angka kemenangan atau win rate Ao Yin berada di kisaran 41,18%, statistik tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan pengaruh destruktifnya di dalam arena. Banyak tim tetap memprioritaskan Ao Yin karena kemampuannya memaksa lawan untuk bermain lebih defensif dan hati-hati saat melakukan rotasi. Dalam meta KIS4 yang sangat menuntut penguasaan peta dan tempo cepat, Ao Yin sering kali menjadi pusat strategi tim, baik berperan sebagai pemberi kerusakan utama maupun sebagai alat taktis untuk memancing lawan melakukan pelarangan hero atau ban.
Chano dan Lapulapu: Stabilitas dan Kontrol Lini Depan

Di posisi kedua, Chano mencatatkan 16 kali pemilihan dengan tingkat kemenangan yang lebih stabil yakni 56,25%, menjadikannya salah satu marksman paling konsisten sepanjang fase grup. Berbeda dengan gaya bermain Ao Yin yang cenderung agresif, Chano lebih sering dipilih karena risiko yang minim namun tetap memberikan kontribusi kerusakan yang besar pada fase late game. Karakter ini sangat efektif dalam skema permainan yang terstruktur, terutama bagi tim yang mengutamakan disiplin rotasi dan eksekusi objektif tanpa harus mengambil risiko terlalu besar di fase awal permainan.
Satu-satunya karakter non-marksman yang masuk dalam jajaran tiga besar adalah Lapulapu, yang dalam turnamen ini sering dioperasikan sebagai roamer fighter. Dengan 16 kali pemilihan dan tingkat kemenangan 56,25%, Lapulapu menjadi tulang punggung bagi banyak tim dalam menciptakan momentum saat terjadi pertempuran besar atau team fight. Kemampuannya dalam melakukan inisiasi, memecah formasi lawan, serta daya tahannya di garis depan sangat krusial untuk membuka ruang bagi marksman tim agar dapat memberikan serangan secara optimal tanpa terganggu oleh serbuan lawan.
Hou Yi dan Tantangan Marksman Tanpa Mobilitas

Hal yang cukup menarik dalam statistik KIS4 adalah nasib Hou Yi yang tercatat belum pernah dipilih sama sekali sepanjang babak grup, meskipun ia berada dalam kategori role yang sama dengan dua hero terpopuler. Hou Yi dinilai memiliki keterbatasan mobilitas yang sangat mencolok jika dibandingkan dengan Ao Yin atau Chano, sehingga ia sangat bergantung pada posisi yang sempurna dan perlindungan ketat dari rekan setimnya. Kondisi ini membuatnya menjadi sasaran empuk bagi strategi lawan yang mengandalkan serangan cepat atau gaya bermain dive yang agresif.
Di level turnamen internasional dengan tensi tinggi seperti KIS4, marksman yang tidak memiliki alat pertahanan diri mandiri akan sangat mudah dieksploitasi oleh roamer lawan. Hal inilah yang membuat Hou Yi kehilangan relevansinya di panggung kompetitif tertinggi meskipun ia tetap dianggap kuat di mode peringkat kasual. Statistik ini menjadi pengingat bagi para pemain bahwa efektivitas sebuah karakter di panggung dunia sangat bergantung pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan kecepatan transisi permainan yang dilakukan oleh tim-tim elit.