Korea Selatan Bergerak Cepat Siapkan Olympic Esports Games: Peluang Jadi Tuan Rumah dan Dampaknya bagi Industri Game
Other

Korea Selatan Bergerak Cepat Siapkan Olympic Esports Games: Peluang Jadi Tuan Rumah dan Dampaknya bagi Industri Game

Aldonov Danoza - Jumat, 30 Januari 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Korea Selatan kini berada di garis depan persiapan untuk Olympic Esports Games (OEG), sebuah ajang kompetisi gim internasional di bawah payung Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang dirancang sebagai puncak kolaborasi antara esports dan olahraga tradisional. Baru-baru ini, Korean Sport & Olympic Committee (KSOC) resmi membentuk sebuah kelompok kerja (working group) khusus yang fokus mempelajari serta merencanakan potensi keikutsertaan maupun penyelenggaraan OEG di Korea Selatan. Kelompok kerja ini melibatkan perwakilan pemerintah, akademisi, serta pakar industri digital untuk menghubungkan ekosistem nasional dengan struktur olahraga internasional.

Tujuan utama dari pembentukan tim ini adalah menjajaki kelayakan negara tersebut sebagai tuan rumah sekaligus mempersiapkan pengembangan tim nasional esports yang tangguh. Dorongan politik di dalam negeri juga sangat kuat, di mana sejumlah anggota parlemen Korea Selatan sejak akhir 2025 telah mendorong ide agar negara ini mengambil alih peran penyelenggara utama. Hal ini menyusul kabar mengenai perubahan strategi IOC terhadap kemitraan sebelumnya, yang membuka peluang besar bagi negara dengan infrastruktur digital matang seperti Korea untuk memimpin ajang perdana pada tahun 2027.

Mengenal Konsep Olympic Esports Games

Olympic Esports Games merupakan inisiatif revolusioner dari IOC yang dirancang untuk menjadi kompetisi esports internasional berskala besar dengan prinsip yang serupa dengan Olimpiade tradisional. Dalam format ini, negara-negara akan mengirimkan wakil terbaik mereka untuk bertanding dalam berbagai judul gim pilihan guna memperebutkan medali atas nama bangsa. Konsep ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari Olympic Esports Week 2023 di Singapura yang sukses menggabungkan elemen olahraga fisik dengan ketangkasan digital.

Meskipun daftar final judul gim yang akan dipertandingkan belum diumumkan secara resmi, langkah ini dipandang sebagai tonggak sejarah bagi legitimasi esports di panggung global. OEG akan menjadi ajang unik di mana para pemain profesional tampil sebagai atlet nasional, bukan sekadar representasi dari klub atau tim profesional tertentu. Perubahan paradigma ini diharapkan dapat menyatukan nilai-nilai luhur sportivitas Olimpiade dengan dinamika kompetitif dunia gim yang sangat cepat dan inovatif.

Dampak Strategis bagi Industri Esports Korea

Korea Selatan telah lama dikenal sebagai pusat kekuatan esports dunia dengan sejarah prestasi yang sangat panjang di berbagai judul populer seperti League of Legends, PUBG, hingga StarCraft. Kredibilitas tinggi yang dimiliki negara ini di mata komunitas internasional menjadikannya kandidat terkuat untuk memimpin transformasi olahraga digital ini. Jika berhasil menjadi tuan rumah, Korea Selatan diprediksi akan mengalami peningkatan investasi yang signifikan pada sektor teknologi dan industri gim dalam beberapa tahun ke depan.

Selain aspek prestise, keterlibatan aktif dalam persiapan OEG akan memperkuat posisi Korea sebagai pelopor integrasi esports dalam struktur olahraga resmi internasional. Strategi nasional ini juga sejalan dengan upaya negara dalam menyongsong era ekonomi digital berbasis teknologi tinggi. Menjadi tuan rumah ajang sebesar OEG bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang mempercepat transformasi industri kreatif yang mampu memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Langkah Menuju Sejarah Baru Olahraga Dunia

Persiapan yang dilakukan melalui KSOC mencerminkan keseriusan Korea Selatan dalam menjaga statusnya sebagai pemimpin industri esports global. Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan pelaku industri, Korea Selatan ingin memastikan bahwa setiap aspek penyelenggaraan, mulai dari infrastruktur arena hingga sistem regulasi atlet, memenuhi standar tertinggi IOC. Ajang ini diharapkan menjadi momen di mana esports tidak lagi berdiri sendiri sebagai hiburan, melainkan bersanding setara dengan cabang olahraga konvensional lainnya di panggung dunia.

Keberhasilan Korea Selatan dalam memenangkan hak penyelenggaraan OEG akan menjadi inspirasi bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia, dalam mengelola ekosistem esports secara profesional. Dengan jadwal yang semakin mendekat menuju 2027, dunia kini menantikan langkah konkret selanjutnya dari kelompok kerja Korea Selatan dalam merealisasikan visi Olimpiade digital ini. Jika terlaksana, sejarah baru akan terukir di mana semangat kompetisi digital akan menyatukan dunia di bawah panji lima cincin Olimpiade.

Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Berita Terkait