Singapura Resmi Akui Esports sebagai Cabang Olahraga: Transformasi Besar dalam Dunia Kompetisi Digital

Other Aldonov Danoza
Kamis, 15 Januari 2026 07:49:39

Foto Unsplash / Somebody Else

Singapura baru saja mencetak sejarah penting dalam lanskap olahraga modern dengan pengesahan sebuah undang-undang yang secara resmi mengakui esports sebagai bagian dari olahraga nasional. Pada 14 Januari 2026, Parlemen Singapura menyetujui perubahan terhadap Undang-Undang Dewan Olahraga Singapura yang telah berlaku sejak 1973 untuk memperluas definisi olahraga.

Selain esports, kategori lain seperti olahraga pikiran yang mencakup catur dan bridge kini juga masuk ke dalam payung hukum yang sama.

Perubahan ini merupakan tonggak sejarah yang menunjukkan bahwa kompetisi digital kini dipandang setara dengan disiplin olahraga tradisional dalam sistem olahraga nasional. Singapura kini berada di jajaran sedikit negara di dunia yang secara hukum memberikan pengakuan formal terhadap esports sebagai olahraga resmi.

Langkah legislatif ini sebelumnya telah melewati proses panjang selama tiga bulan sejak pertama kali dibacakan di parlemen pada November 2025 hingga akhirnya mendapatkan dukungan penuh.

Mandat Baru Sport Singapore untuk Atlet Digital

Melalui pengakuan hukum ini, lembaga pemerintah Sport Singapore (SportSG) kini memiliki mandat yang lebih luas untuk memberikan dukungan nyata bagi komunitas esports. SportSG akan menyesuaikan skema dukungannya berdasarkan standar tata kelola, pengembangan bakat, serta penyelarasan dengan tujuan olahraga nasional.

Selama ini SportSG hanya fokus mendukung atlet dari cabang tradisional seperti renang dan atletik, namun kini cakupan tersebut resmi meluas untuk mencakup para atlet digital yang bertanding di kancah internasional.

SportSG juga diberikan wewenang penuh untuk mengembangkan berbagai fasilitas latihan baru yang spesifik bagi kebutuhan pemain profesional.

Lembaga ini akan menetapkan standar pelatihan, sertifikasi pelatih profesional, serta mengintegrasikan pengembangan ilmu olahraga yang relevan bagi kesehatan dan performa atlet esports. Hal ini diharapkan dapat membuka jalur karier yang lebih stabil dan jelas bagi pemain kompetitif, mulai dari tingkat akar rumput hingga jenjang profesional.

Visi Inklusif dan Masa Depan Industri Esports

Menteri Budaya, Komunitas, dan Pemuda Singapura, David Neo, menegaskan bahwa undang-undang baru ini mencerminkan komitmen negara untuk menciptakan ekosistem olahraga yang inklusif dan dinamis.

Ia menyatakan bahwa olahraga seharusnya dapat diakses oleh semua orang tanpa memandang usia maupun kemampuan fisik, dan pengakuan esports adalah langkah nyata mewujudkan visi tersebut. Pemerintah ingin memastikan Singapura siap menghadapi tren masa depan di mana teknologi dan kompetisi semakin menyatu.

Pengakuan resmi ini bukan sekadar status simbolis, melainkan respons terhadap pertumbuhan pesat industri gim di kawasan Asia Tenggara. Singapura telah membuktikan kapasitasnya sebagai tuan rumah berbagai turnamen esports besar dan menarik investasi besar dari sektor swasta global, termasuk pembangunan pusat pengembangan AI dan gim.

Dengan landasan hukum yang kuat, posisi Singapura sebagai pusat esports regional diperkirakan akan semakin kokoh, membuka lebih banyak peluang investasi serta pengembangan bakat digital yang kompetitif di mata dunia.

Bagikan

Baca Artikel Asli