Pernyataan seorang anggota DPR RI, Muhammad Hatta, yang mengklaim bahwa Kenny “Xepher” menjadi pelatih Alter Ego MLBB dengan gaji mencapai Rp5,8 miliar per bulan sontak memancing perhatian publik secara luas. Angka tersebut bukan hanya mengejutkan bagi komunitas pemain, tetapi juga memicu perdebatan sengit mengenai seberapa realistis nilai tersebut jika dibandingkan dengan kondisi ekonomi industri esports Indonesia saat ini. Klaim yang sangat fantastis ini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial meskipun belum ada bukti sah yang mendukung pernyataan tersebut.
Jika ditelaah lebih jauh, klaim gaji Rp5,8 miliar setiap bulan itu tidak pernah disertai dengan bukti konkret atau dokumen kontrak yang dapat dipertanggungjawabkan. Tidak ada pernyataan resmi dari pihak manajemen Alter Ego, tidak pula konfirmasi dari Kenny Xepher sendiri, maupun laporan jurnalistik kredibel yang menguatkan angka sensasional tersebut. Hingga saat ini, informasi itu lebih banyak beredar sebagai kutipan lepas tanpa konteks yang jelas mengenai durasi kontrak maupun komponen pendapatan lain seperti bonus prestasi atau kerja sama komersial lainnya.
Standar Gaji Pelatih dalam Industri Esports Nasional
Secara industri, standar gaji untuk pelatih esports gim seluler di Indonesia sebenarnya masih berada dalam kisaran yang relatif moderat dan terukur. Untuk level kompetisi MPL, kisaran pendapatan bulanan seorang pelatih umumnya berada di angka belasan hingga puluhan juta rupiah, tergantung pada pengalaman, reputasi, serta struktur organisasi masing-masing tim. Bahkan pada skala internasional sekalipun, pelatih papan atas untuk gim besar seperti League of Legends atau Dota 2 biasanya dibayar dalam hitungan ratusan ribu dolar AS per tahun, bukan miliaran rupiah dalam sebulan.
Dengan realitas ekonomi tersebut, angka Rp5,8 miliar per bulan terasa sangat timpang dan sulit diterima oleh logika peta industri yang ada saat ini. Dalam ekosistem esports, sering kali terjadi kerancuan antara gaji pokok bulanan, total nilai kontrak tahunan, serta akumulasi pendapatan karier dari hadiah turnamen. Sangat mungkin terjadi salah paham dalam menginterpretasikan data keuangan tersebut, sehingga angka akumulasi pendapatan sepanjang karier dianggap sebagai pendapatan rutin bulanan.
Reputasi Xepher dan Nilai Kompetensi di Alter Ego

Nama Kenny Xepher sendiri memang bukan figur sembarangan dalam dunia persaingan digital karena ia merupakan salah satu atlet Dota 2 Indonesia paling berprestasi di kancah global. Ia pernah berkarier di tingkat internasional dan tampil di The International yang merupakan panggung tertinggi bagi seluruh pemain Dota 2 di dunia. Sepanjang kariernya sebagai atlet profesional, Xepher memang telah mengumpulkan pendapatan yang signifikan dari berbagai hadiah turnamen besar dan kontrak profesional dengan organisasi papan atas.
Namun, pendapatan besar tersebut adalah hasil akumulasi kerja keras selama bertahun-tahun sebagai atlet, bukan merupakan gaji bulanan dalam perannya saat ini sebagai pelatih. Transisi Xepher ke dunia kepelatihan bersama Alter Ego di gim Mobile Legends lebih masuk akal jika dilihat dari sisi transfer pengetahuan strategi dan kedisiplinan kompetitif. Latar belakangnya yang kuat memberikan pemahaman mendalam mengenai manajemen tim dan mentalitas pemenang yang sangat relevan bagi perkembangan Alter Ego menuju standar internasional.
Pentingnya Literasi Industri bagi Publik Luas
Munculnya klaim gaji fantastis yang menjadi viral ini menunjukkan satu hal penting bahwa literasi publik mengenai cara kerja industri esports masih perlu terus diperkuat. Tanpa adanya data transparan serta konteks industri yang jelas, angka-angka besar sangat mudah menjadi sensasi yang menyesatkan namun belum tentu mencerminkan realitas yang terjadi di lapangan. Edukasi mengenai struktur pendapatan atlet dan pelatih sangat diperlukan agar masyarakat tidak terjebak dalam narasi yang kurang akurat.
Pada akhirnya, nilai utama seorang Kenny Xepher bagi Alter Ego terletak pada kompetensi, visi strategis, serta jam terbang tinggi yang ia miliki di level dunia. Fokus komunitas seharusnya lebih diarahkan pada bagaimana kontribusi teknisnya mampu mengangkat performa tim di Land of Dawn daripada sekadar terjebak dalam polemik angka gaji. Realitas industri yang sehat adalah yang mampu memberikan apresiasi layak bagi para talenta berbakat tanpa harus menciptakan sensasi yang tidak berdasar pada fakta ekonomi.
