Pertarungan panas sesama wakil Indonesia di M7 World Championship berakhir dengan kejutan besar. Alter Ego (AE) sukses menumbangkan ONIC Esports (ONIC) dengan skor telak 2-0, sekaligus mengukuhkan diri sebagai tim Indonesia paling berbahaya di turnamen bergengsi tersebut—setidaknya untuk saat ini.
ONIC datang ke M7 dengan status sebagai juara MPL ID S16 dan dianggap sebagai harapan utama Indonesia. Namun di hadapan ribuan pendukung tuan rumah, justru Alter Ego yang tampil lebih tenang, matang, dan klinis untuk menyapu bersih sang Raja Langit.
Game 1: Dominasi Sejak Early Game
Pertandingan pertama berjalan dengan fokus utama pada duel di EXP Lane. Di sinilah Alter Ego mulai menunjukkan keunggulannya.
Nino yang bermain menggunakan Sora tampil sangat efektif, berkali-kali membuka teamfight dari sudut yang tepat dan membuat formasi ONIC berantakan sebelum mereka sempat berkembang.
ONIC sempat mencoba bertahan melalui permainan solid Lutpiii dengan Yu Zhong. Namun tekanan agresif AE sejak awal membuat ONIC sulit menemukan momentum.
Puncaknya terjadi pada perebutan Lord krusial. AE berhasil memenangkan teamfight penentu dan mengunci kemenangan Game 1, menutup peluang comeback ONIC sepenuhnya.
Game 2: Yazukee Mengamuk dengan Fanny
Jika Game 1 terasa dominan, Game 2 menjadi mimpi buruk bagi ONIC.
Yazukee tampil luar biasa menggunakan Fanny, mendominasi map sejak menit-menit awal. Mobilitas tinggi Fanny membuat Helcurt yang dimainkan Kiboy praktis tak berkutik, dan kontrol permainan sepenuhnya berada di tangan Alter Ego.
Meski tertinggal, ONIC tak menyerah begitu saja. Lutpiii kembali tampil heroik menggunakan Alice, menjadi pusat perlawanan dan berkali-kali menahan gempuran AE dalam teamfight panjang.
Momentum sempat berganti beberapa kali, namun di teamfight terakhir, koordinasi AE terbukti lebih solid. El Familia sukses menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan dan memastikan skor 2-0.
Bukan Kejutan, Melainkan Pernyataan Tegas!
Alter Ego membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim nomor dua Indonesia. Di panggung terbesar Mobile Legends dunia, mereka menunjukkan kualitas, mentalitas, dan kedewasaan bermain yang layak disebut sebagai penantang serius gelar juara M7.
Bagi ONIC, kekalahan ini meninggalkan banyak pekerjaan rumah. Status favorit pramusim kini dipertanyakan, dan mereka harus segera bangkit jika ingin menjaga asa di turnamen.
Sementara bagi Alter Ego, kemenangan atas ONIC menjadi sinyal kuat bahwa mereka kini adalah harapan terbaik Indonesia di M7 World Championship.
