Zhang Jiacheng, yang lebih dikenal di kancah esports sebagai Cc, menjadi sorotan utama dalam ajang Honor of Kings Invitational Season 4 (KIS4) yang tengah berlangsung. Jungler berbakat asal Tiongkok yang kini membela Dominator Esports tersebut tampil sangat dominan sepanjang fase Group Stage, membawa tim perwakilan Indonesia ini bertengger kokoh di puncak klasemen. Kompetisi yang digelar di Basketball Hall GBK, Jakarta pada Februari 2026 ini menjadi saksi bisu bagaimana kualitas pemain kelas dunia mampu mengangkat performa tim lokal ke level yang jauh lebih tinggi.
Cc bukanlah pemain yang muncul secara instan, melainkan produk asli dari King Pro League (KPL), liga Honor of Kings paling kompetitif di dunia. Pengalaman bertanding di Tiongkok telah membentuk Cc menjadi seorang jungler dengan kemampuan map control dan eksekusi objektif yang sangat matang. Kekuatan terbesarnya terletak pada kemampuan membaca pergerakan lawan secara global, sebuah keahlian strategis yang jarang ditemukan di luar ekosistem KPL, menjadikannya aset paling berharga bagi Dominator Esports dalam ambisi mereka menembus kancah internasional.
Sinergi Internasional dan Kekuatan Lokal Dominator
Kesuksesan Dominator Esports di ajang KIS4 ini merupakan hasil dari sinergi apik antara talenta asing dan pemain berbakat Indonesia. Jericho Nathanael Lumangkun atau JerL, sang midlaner, memiliki pemahaman makro yang kuat sehingga mampu mengimbangi rotasi cepat yang dilakukan oleh Cc. Hubungan JerL dengan Tufz juga sudah terbangun lama, menciptakan chemistry yang solid dalam pola permainan tim. Pengalaman Tufz di tim sebelumnya memberikan perspektif unik yang membantu Dominator dalam memetakan kelemahan lawan-lawan berat mereka.
Di sisi lain, Muhammad Irgi Pahlevi yang dikenal dengan nama eL, memegang peran vital sebagai roamer yang menjembatani gaya bermain agresif Cc dengan stabilitas para pemain lokal lainnya. Fleksibilitas hero pool milik eL serta ketajamannya dalam melakukan inisiasi teamfight membuat strategi Dominator sangat sulit diprediksi oleh tim lawan. Kombinasi antara mekanik tinggi pemain Tiongkok dan pemahaman lapangan pemain Indonesia inilah yang menjadi kunci utama di balik rentetan kemenangan mereka di babak grup.
Sentuhan Kepelatihan Deer dan Standar Disiplin KPL
Selain faktor pemain, kehadiran Zhou Xinghui alias Deer sebagai kepala pelatih turut memberikan dampak transformasi yang besar bagi organisasi. Deer, yang juga memiliki latar belakang dari KPL, memperkenalkan standar latihan dengan disiplin tinggi serta metodologi pengembangan mental yang profesional. Ia menerapkan analisis statistik yang mendalam untuk setiap pahlawan (hero) dan peninjauan video pertandingan secara rutin, sebuah pendekatan yang sebelumnya jarang diterapkan secara mendetail di tim-tim Indonesia.
Metodologi Deer fokus pada efisiensi waktu latihan dan ketajaman saat melakukan fase pemilihan karakter atau drafting. Dengan bantuan teknologi analisis data, Deer mampu memberikan instruksi yang sangat spesifik kepada para pemain mengenai kapan harus menyerang dan kapan harus mempertahankan area. Sentuhan profesionalisme dari Tiongkok ini terbukti efektif dalam meningkatkan level kompetitif Dominator Esports, menjadikan mereka tim yang tidak hanya mengandalkan otot mekanik, tetapi juga kecerdasan taktis.
Menatap Babak Knockout Melawan Nongshim RedForce
Setelah menyelesaikan fase Group Stage dengan catatan impresif, Dominator Esports kini tengah bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat di babak Knockout. Mereka dijadwalkan akan bertanding melawan tim kuat asal Korea Selatan, Nongshim RedForce, pada 5 Februari 2026. Pertandingan eliminasi ini akan menjadi pembuktian sesungguhnya bagi Cc dan kawan-kawan; apakah kombinasi strategi KPL dan chemistry pemain lokal mampu menumbangkan disiplin taktis tim asal Negeri Gingseng tersebut.
Dominator Esports kini bukan lagi sekadar pelengkap atau wakil tuan rumah biasa di turnamen KIS4. Mereka telah menjelma menjadi kekuatan internasional yang sangat diperhitungkan dan menjadi simbol kebangkitan Indonesia di panggung esports global Honor of Kings. Seluruh mata penggemar di Basketball Hall GBK akan tertuju pada performa Cc dan timnya, menantikan apakah momentum kemenangan ini dapat terus berlanjut hingga mereka mengangkat trofi juara di rumah sendiri.
