Warisan Legendaris: Kepergian Hideki Konno dari Nintendo Setelah Hampir Empat Dekade

Other Aldonov Danoza
Minggu, 25 Januari 2026 15:01:26

Hideki Konno yang merupakan salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah panjang Nintendo, kini telah resmi meninggalkan perusahaan yang telah dibelanya selama hampir 40 tahun. Kabar kepergian Konno terungkap melalui pembaruan pada halaman profil media sosial pribadinya yang menunjukkan bahwa ia berhenti dari Nintendo pada Juli 2025. Berbeda dengan prosedur pada umumnya, tidak ada pengumuman publik besar-besaran atau pernyataan resmi dari pihak Nintendo maupun sang veteran ternama itu sendiri mengenai perpisahan ini.

Lahir pada 13 Mei 1965 di Chiba, Jepang, Konno memulai kariernya di Nintendo pada tahun 1986 yang merupakan masa keemasan industri gim konsol awal. Di masa awalnya, ia bekerja sebagai perancang level serta asisten sutradara untuk judul ikonik seperti Super Mario Bros. 2 dan Super Mario Bros. 3. Peran awal tersebut menjadi langkah pertama dalam perjalanan panjang yang membawanya menjadi arsitek utama di balik beberapa judul paling dicintai dalam sejarah hiburan digital dunia.

Arsitek Utama Seri Mario Kart dan Inovasi Perangkat Keras

Perjalanan karier Konno mencapai puncak popularitas ketika ia dipercaya menjadi sutradara untuk Super Mario Kart, gim yang kemudian menjadi tonggak sejarah genre balapan kart. Ia juga menyutradarai Mario Kart 64 dan kemudian menjabat sebagai produser untuk sebagian besar entri berikutnya, termasuk Mario Kart 8 Deluxe yang menjadi salah satu gim terlaris sepanjang masa. Kontribusinya tidak hanya terbatas pada dunia balap, karena ia juga menyutradarai Yoshi’s Island dan terlibat dalam pengembangan Luigi’s Mansion.

Selain mahir dalam merancang perangkat lunak, Konno juga memainkan peran penting di balik layar dalam pengembangan perangkat keras Nintendo. Di awal tahun 2000-an, ia memimpin divisi Nintendo EAD yang menghasilkan judul fenomenal seperti Nintendogs. Tak hanya itu, Konno juga berperan krusial sebagai produser dalam proses pengembangan Nintendo 3DS, sebuah konsol genggam yang sukses besar dan berhasil memperluas jangkauan pasar Nintendo di level global.

Kepemimpinan di Divisi Mobile dan Masa Transisi Generasi

Pada era yang lebih modern, Konno dipercaya untuk memimpin divisi pengembangan gim seluler Nintendo sejak tahun 2015. Dalam kapasitas ini, ia mengawasi proyek-proyek penting seperti Super Mario Run, Fire Emblem Heroes, hingga Mario Kart Tour. Peran strategis ini menunjukkan kemampuan adaptasi Konno terhadap lanskap industri yang terus berubah, di mana Nintendo mulai mengeksplorasi platform ponsel pintar untuk menjangkau audiens yang jauh lebih luas dan beragam.

Kepergian Konno terjadi bersamaan dengan gelombang pensiunnya figur-figur veteran lain di Nintendo, seperti Kensuke Tanabe yang juga mengakhiri kariernya setelah hampir 40 tahun berkarya. Fenomena ini mencerminkan adanya perpindahan generasi di dalam perusahaan yang telah membentuk standar industri video gim global selama lebih dari tiga dekade. Generasi baru kini memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan standar kualitas yang telah ditetapkan oleh para pionir terdahulu.

Meninggalkan Warisan Kreativitas bagi Jutaan Pemain

Dengan meninggalkan begitu banyak warisan mulai dari sirkuit balap ikonik hingga ekspansi sukses ke dunia seluler, Hideki Konno akan selalu dikenang sebagai salah satu pionir kreatif terbaik. Ia telah membantu menciptakan pengalaman bermain yang menyatukan jutaan pemain dari berbagai belahan dunia melalui karya-karyanya yang penuh imajinasi. Dedikasinya selama hampir empat dekade telah memberikan pondasi yang sangat kuat bagi masa depan hiburan interaktif.

Para penggemar dan pelaku industri gim kini menantikan bagaimana warisan besar tersebut akan dilanjutkan oleh generasi baru pembuat gim di Nintendo. Meskipun Konno telah melangkah keluar dari gerbang perusahaan, pengaruh dari visi kreatifnya dipastikan akan tetap terasa pada setiap judul gim Nintendo di masa mendatang. Kepergiannya menandai akhir dari sebuah era emas, namun sekaligus membuka lembaran baru bagi inovasi-inovasi selanjutnya di dunia gim.

Bagikan

Baca Artikel Asli