Nintendo Akuisisi Studio Singapura, Ganti Nama Jadi “Nintendo Studios Singapore”

Other Aldonov Danoza
Sabtu, 29 November 2025 08:20:41

Raksasa industri game Jepang, Nintendo, resmi mengumumkan rencana akuisisi terhadap Bandai Namco Studios Singapore (BNSS), studio pengembang video game yang berbasis di Singapura.

Langkah ini diambil sebagai baigan dari strategi jangka panjang Nintendo untuk memperkuat struktur pengembangan internalnya, terutama menjelang peluncuran konsol atau proyek besar mendatang.

Tentang Bandai Namco Studios Singapore (BNSS)

BNSS didirikan pada tahun 2013 sebagai salah satu basis luar negeri dari grup Bandai Namco Studios. Stuido ini dikenal memiliki keahlian kuat dalam membuat aset seni untuk game—mulai dari seni konsep, pemodelan karakter dan lingkungan, hingga animasi. Selama beroperasi, BNSS telah terlibat dalam berbagai proyek besar, termasuk game-game populer seperti Ace Combat 7: Skies Unknown, Soul Calibur VI, serta turut mendukung pengembangan judul dari Nintendo seperti Splatoon 3.

Saat ini, modal awal BNSS tercatat $1.000.000 SGD (sekitar Rp11.415.000.000, asumsi kurs Rp11.415/SGD) per November 2025.

Rencana Akuisisi dan Rebranding

Dalam pernyataannya pada 27 November 2025, Nintendo menjelaskan bahwa mereka akan mengambil alih 80% saham BNSS pada tanggal 1 April 2026. Setelah proses akuisisi selesai, BNSS akan diubah namanya menjadi Nintendo Studios Singapore dan beroperasi sebagai anak perusahaan resmi Nintendo.

Nintendo menegaskan bawha studio ini dipilih karena rekam jejak kerja sama yang solid, terutama kontribusinya terhadap proyek-proyek Nintendo sebelumnya. Selain itu, keahlian BNSS dalam produksi aset seni dianggap sangat strategis untuk memperkuat tim kreatif internal Nintendo. Langkah ini menandai kelanjutan dari strategi ekspansi internal Nintendo untuk mengintegrasikan studio-studio pendukung langsung ke dalam struktur perusahaan.

Implikasi untuk Masa Depan Nintendo

Dengan kehadiran Nintendo Studios Singapore, Nintendo kemungkinan akan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam memproduksi aset seni, membantu proyek-proyek besar, serta menjaga kontrol kualitas di seluruh tahap pengembangan game.

Hal ini bisa berdampak positif pada konsistensi visual dan performa game Nintendo ke depan, memastikan mereka tetap kompetitif di era game modern.

Bagikan

Baca Artikel Asli