Kekalahan ONIC ID dari Alter Ego di Knockout Stage M7 meninggalkan banyak tanda tanya besar bagi komunitas pecinta Mobile Legends di tanah air. Tim yang selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai penguasa mutlak MPL Indonesia justru harus tumbang dengan skor yang cukup meyakinkan di panggung internasional.
Sebagian penggemar berspekulasi bahwa ONIC mungkin merendah atau sekadar tidak tampil maksimal, namun dari sudut pandang internal tim, terdapat faktor strategis yang jauh lebih menarik untuk dibedah, yakni sosok pelatih Alter Ego, Kenny “Xepher” Deo.
Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Esports ID, Coach Adi dari ONIC ID memberikan pengakuan yang cukup jujur mengenai hasil pertandingan tersebut. Menurutnya, kekuatan utama Alter Ego saat ini bukan hanya terletak pada mekanik individu para pemainnya, melainkan pada cara tim tersebut digerakkan dari belakang layar oleh Xepher.
Coach Adi menyebut bahwa pengaruh Kenny di turnamen internasional sangat kuat dan sulit dibaca, apalagi Alter Ego melaju dengan sangat mulus sehingga pola permainan mereka tidak mudah terdeteksi oleh lawan.
Warisan Mentalitas Juara dari Panggung Dota 2
Xepher memang bukan nama asing di dunia persaingan digital profesional karena jauh sebelum terjun ke ekosistem Mobile Legends, ia telah membangun reputasi besar di ranah Dota 2. Selama hampir satu dekade berkarier sebagai pemain profesional, ia telah membela berbagai tim besar seperti RRQ, Geek Fam, hingga T1.
Puncaknya, Xepher berhasil tampil di The International 2021, turnamen paling prestisius di dunia Dota 2, dan sukses menembus jajaran delapan besar dunia.
Pengalaman bertahun-tahun menghadapi tim-tim dari berbagai region global telah membentuk cara berpikir Xepher yang sangat matang dalam membaca dinamika permainan. Meskipun sempat ada keraguan saat ia memutuskan pensiun sebagai pemain dan beralih menjadi pelatih Mobile Legends, Xepher membawa fondasi yang jarang dimiliki pelatih lain.
Ia memiliki pemahaman makro yang sangat dalam, kemampuan manajemen tekanan yang luar biasa, serta kebiasaan berpikir layaknya tim kelas dunia yang selalu mengutamakan efisiensi.
Struktur Permainan dan Disiplin Objektif Alter Ego
Di panggung M7, pengaruh kepemimpinan Xepher mulai terlihat sangat nyata melalui gaya bermain Alter Ego yang sangat terstruktur dan disiplin dalam mengamankan objektif. Hal inilah yang diakui oleh Coach Adi sebagai kesulitan utama bagi armada ONIC ID saat berhadapan dengan mereka.
ONIC merasa sedang menghadapi tim yang pergerakannya tidak bisa dibaca dengan cara konvensional seperti di liga domestik, di mana draf hero ONIC yang biasanya efektif justru tampak tumpul menghadapi perlawanan balik dari Alter Ego.
Kekalahan ONIC ini menunjukkan bahwa mereka bertemu dengan lawan yang sedang berada di titik evolusi tertinggi dengan kepemimpinan pelatih yang terbiasa bertarung di panggung global. Jam terbang tinggi yang dimiliki Xepher memberinya sudut pandang berbeda dalam mengontrol ritme pertandingan, memancing kesalahan lawan, dan menutup laga tanpa memberikan ruang napas sedikit pun bagi musuh.
Strategi yang dibawa Xepher terbukti mampu merusak dominasi yang selama ini dibangun oleh sang "Raja Langit".
Langkah Visioner Menuju Standar Internasional
Bagi ONIC ID, kekalahan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bahwa dominasi di level domestik tidak selalu menjamin kesuksesan di level dunia. Sementara bagi manajemen Alter Ego, kemenangan atas rival sekelas ONIC membuktikan bahwa keputusan menghadirkan Xepher bukan sekadar perjudian, melainkan sebuah langkah visioner untuk mencapai standar kompetisi internasional.
Perubahan pendekatan strategis ini membawa angin segar bagi tim yang sebelumnya sering kesulitan menjaga konsistensi di liga lokal.

Ajang M7 World Championship pun akhirnya menjadi panggung pembuktian di mana nama Kenny semakin diperhitungkan oleh banyak pihak. Ia kini tidak lagi hanya dikenal sebagai mantan pemain legendaris Dota 2, tetapi juga sebagai otak baru di balik kebangkitan Alter Ego yang mematikan.
Dengan kepemimpinan Xepher, Alter Ego kini menatap fase selanjutnya dengan kepercayaan diri tinggi sebagai salah satu kandidat kuat untuk membawa pulang trofi juara dunia ke markas mereka.
