Pada awal tahun 2026, panggung fighting game dunia menyaksikan lahirnya jawara baru melalui turnamen paling bergengsi, Tekken World Tour (TWT) 2025 Finals. Yoon “LowHigh” Sun-woong, pemain profesional asal Korea Selatan yang memperkuat tim DRX, berhasil keluar sebagai pemenang setelah melewati pertarungan penuh drama dan aksi spektakuler. Kemenangan ini mengukuhkan posisinya sebagai pemain Tekken 8 terbaik di dunia untuk musim ini, sekaligus membawa pulang hadiah utama yang sangat besar dari total hadiah yang disediakan.

TWT 2025 Finals yang digelar di Slagthuset Malmö, Swedia, pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026, menjadi puncak dari rangkaian kompetisi global yang panjang. Turnamen ini memperebutkan total hadiah sebesar 300.000 USD, di mana LowHigh berhak atas hadiah utama senilai 100.000 USD atau sekitar Rp1,58 miliar (kurs Rp15.825 per USD). Kompetisi ini mempertemukan para elit dari papan peringkat global dan regional, serta pemenang kualifikasi menit terakhir, yang memastikan setiap pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak awal hingga akhir.
Perjalanan Comeback Epik LowHigh Menuju Gelar
Perjalanan LowHigh untuk meraih gelar juara dunia tidaklah berjalan mulus tanpa hambatan. Ia sempat mengalami kekalahan pahit 1–3 dari Mangja di babak semifinal winners bracket, yang memaksanya harus turun dan berjuang di jalur sulit melalui lower bracket. Namun, di fase kritis inilah LowHigh menunjukkan mentalitas juara dengan memenangkan tiga pertandingan beruntun untuk mengamankan tiket revanche di babak Grand Finals melawan lawan yang sama yang telah mengalahkannya sebelumnya.
Pada partai puncak Grand Finals, LowHigh menunjukkan dominasi yang luar biasa dengan menggunakan karakter andalannya, Bryan. Ia berhasil melakukan reset bracket dan menyapu bersih kemenangan tanpa kehilangan satu set pun, dengan skor telak 3–0 di dua set berturut-turut. Kemenangan dominan ini membuktikan bahwa strategi dan ketenangan mental LowHigh berada di level yang berbeda. Ia menyatakan bahwa gelar ini adalah bentuk pengakuan atas dedikasi panjang dalam kariernya serta dukungan tanpa henti dari rekan-rekan di organisasi DRX.
Dominasi Korea Selatan dan Rivalitas Global
TWT 2025 Finals juga mempertegas dominasi pemain asal Korea Selatan serta rivalitas abadi mereka dengan komunitas pemain dari Pakistan. Beberapa nama legendaris seperti Bae ‘Knee’ Jae-min dan Lim ‘Ulsan’ Soo-ho turut memberikan performa mengesankan hingga menembus babak delapan besar, menciptakan tontonan berkualitas bagi jutaan penggemar di seluruh dunia. Persaingan ketat antar wilayah ini menunjukkan betapa dinamis dan kompetitifnya ekosistem Tekken 8 sejak dirilis secara global.
Selain memahkotai juara baru, ajang ini juga menjadi tempat pengumuman strategis dari Bandai Namco mengenai masa depan gim tersebut. Pada acara yang sama, pihak pengembang mengonfirmasi kehadiran konten baru untuk TEKKEN 8 Season 3, termasuk kembalinya karakter favorit penggemar seperti Kunimitsu, Bob, dan Roger Jr. Pembaruan keseimbangan atau balance update besar-besaran juga dijadwalkan meluncur pada Maret 2026, yang diprediksi akan mengubah arah strategi kompetitif para pemain profesional di masa depan.
Warisan Baru di Dunia Fighting Game
Kemenangan LowHigh mencatatkan sejarah baru sebagai World Tour Champion pertama di era Tekken 8, memberikan inspirasi bagi komunitas fighting game di seluruh dunia. Keberhasilannya membuktikan bahwa penguasaan karakter dan adaptasi terhadap situasi sulit di bawah tekanan adalah kunci utama untuk mencapai puncak prestasi. Dengan berakhirnya musim 2025, perhatian komunitas kini tertuju pada musim baru yang dipastikan akan semakin meriah dengan hadirnya berbagai konten dan mekanisme permainan yang lebih segar.
Eksistensi Tekken sebagai cabang esports terus menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan jumlah penonton dan besaran hadiah yang semakin meningkat setiap tahunnya. Keberhasilan penyelenggaraan di Swedia ini menjadi standar baru bagi turnamen-turnamen mayor berikutnya yang akan digelar sepanjang tahun 2026. LowHigh kini berdiri sebagai target utama yang harus dikalahkan oleh pemain lain, sementara para penggemar menantikan bagaimana ia akan mempertahankan gelarnya di tengah perubahan meta yang akan datang.
